Senin, 20 Februari 2017





The Kindhearted Villager

Once a gentle man was traveling in a train. He felt thirsty and got down at a station in search of water. No sooner had he reached the water tap then the engine whistled and started. He ran back but missed the train. He made his body tired. It was getting darker and he decided to spend the night at the station.
The next morning he enquired about the next train. He came to know that the next train was on the other day. So he decided to find a place for a day's stay. He went to the nearby lodges to ask for a room but found none. It was getting darker and he could not find a room. At last he reached a small hut. He asked the owner of the hut whether he could stay in his house for a day. The owner readily agreed. The owner gave him food and a room . But did not ask nor expected anything in return.
At night when it did strike seven in the clock, the gentleman heard a knock at the door. The villager opened the door. The gentleman saw that a man dressed in gaudy and rich clothes entered the hut and demanded the owner to pay his debts. The gentleman came to know that the villager was in need of money. The next morning he slipped a pocket in the drover of the room and left. When the villager came to know about the pocket. He took the pocket. He saw that there was a note addressed to him, it read "You helped me but did not expect anything from me. Yesterday I heard the conversation between you and the stranger and came to know that you were in need of money. I give you all the money .This is what you need".

Moral: When you help others, you are helped too.


A Wise Old Owl

Once upon a time there was an wise owl. The old owl lived in an oak. He saw incidents happening around him everyday. Yesterday he saw a boy helping an old man to carry a heavy basket. Today he saw a girl shouting at her mother. The more he saw the less he spoke. As he spoke less, he heard more. He heard people telling stories. He heard a woman saying that an elephant jumped over a fence. He also heard a man saying that he had never made a mistake. The old owl had seen and heard about what happened to people. Some became better and some became worse. The old owl had become wiser each and every day.


Moral of the story :
You should be observant, talk less but listen more. This will make you a wise person.



Baa Baa Black Sheep

One day, there was a black sheep. The sheep lived in a nearby village. The sheep was furry. Every spring, he shaved his black wool and sold it to the villagers. The villagers made sweaters and socks from his black wool.

One day, the black sheep noticed that he had some more wool left. He thought “It would be such a waste if nobody wants to buy the wool” That afternoon, an old man came over to his wooden shed to see him. He wanted one bag full of the black sheep’s wool. An old woman came over. She also wanted a bag full of wool. A little boy arrived. He also wanted one bag full of wool. Therefore, the black sheep prepared three bags full of wool for them. He kept his wool good everyday. He was happy that all of his wool was sold off.


Moral of the story :


We should be generous and helpful with what we have. We should be patient and not give up.








Rabu, 02 November 2016

Budaya Copy Paste Menyebabkan Turunnya Kreativitas Pelajar

Halo kawan :)
Pada kesempatan kali ini, saya akan membagi informasi mengenai budaya copy paste.



Perkembangan teknologi dan komunikasi pada zaman ini sudah semakin melesat cepat dan memberikan banyak dampak bagi kehidupan kita semua. Saat ini sudah terdapat berbagai macam teknologi canggih yang sudah ditemukan, namun salah satu teknologi yang sedang marak digemari dan tidak asing didengar oleh semua kalangan yaitu internet. Dengan menggunakan internet kita bisa lebih leluasa untuk memperoleh informasi yang kita butuhkan dan mempermudah dalam mengerjakan tugas ataupun mengambil sumber referensi. Adanya kemajuan teknologi ini memberikan kemudahan dalam menjalankan rutinitas sehari-hari, namun disamping kemudahan tersebut juga terdapat dampak negatif yang diakibatkan dari kemajuan teknologi tersebut. Adanya kemudahan dalam penggunaan teknologi tersebut menimbulkan kebiasaan buruk bagi penggunanya. Salah satu dampak buruk yang dihasilkan yaitu kegiatan plagiat atau yang populer disebut copy paste. Copy paste atau copas terdiri dari dua kata yaitu copy dan paste, copy adalah salah satu perintah dalam aplikasi computer yang berfungsi merekam atau menyalin objek tertentu bisa dalam bentuk file,teks,atau lainnya yang kemudian ditampung oleh system di tempat sementara (clipboard) tanpa menghilangkan objek yang dituju tadi, sedangkan paste adalah salah satu perintah dalam aplikasi computer yang fungsinya untuk menempelkan hasil salinan yang berasal dari tempat sementara (clipboard). Jadi copy paste merupakan kegiatan menyalin dari satu sumber dan menempelkannya lagi. Kegiatan copy paste ini mungkin sudah terdengar sebagai sesuatu yang biasa bagi sebagian orang khususnya pelajar, namun dengan maraknya kebiasaan copy paste ini memberikan dampak negative bagi yang melakukan. Karena informasi yang diinginkan dapat diperoleh dengan mudah dan dengan cara instan , maka para pelajar cenderung hanya melakukan copy paste untuk menyelesaikan tugasnya agar lebih cepat selesai. Biasanya pelajar lebih suka mengunduh materi-materi dari internet lalu meng-copypaste-nya ke Microsoft Word guna menyelesaikan tugasnya. Oleh karena itu, maka dalam diri pelajar akan tertanam rasa malas dan lebih menyukai yang instan akibat dari kecendurangan melakukan hal tersebut. Selain menimbulkan rasa malas, kegiatan copy paste dapat menyebabkan turunnya daya kreativitas pelajar yang mengakibatkan kemampuan dan pengetahuan yang mereka miliki menjadi tidak bertambah dan meluas. Jika pelajar tidak melakukan copy paste maka pola pikir mereka akan lebih kreatif dan kritis karena mereka menulis sesuai dengan apa yang ada di kepalanya sehingga daya kreativitas mereka akan meningkat dan berkembang. Jika kegiatan copy paste ini sudah melekat pada diri seseorang maka pola pikir penggunanya akan cenderung terfokuskan pada penggunaan copy paste daripada menuangkan daya kreativitas yang mereka miliki. Kegiatan copy paste ini juga menyebabkan penggunanya menjadi tidak terlatih dalam mengeluarkan pendapat, sehingga ketika terjun ke masyarakat maka akan sulit untuk memberikan ide-ide kreatif. Kegiatan copy paste ini bisa disamakan dengan plagiat karena kegiatan copy paste tersebut merupakan kegiatan yang bisa dibilang sebagai mencontek dari hasil karya orang lain. Kegiatan mencontek ini memang sudah biasa dilakukan bagi pelajar, bahkan sudah seperti warisan turun temurun yang tiada henti. Padahal dengan mencontek sama saja dengan membodohi diri sendiri dan cenderung tidak percaya dengan kemampuan sendiri. Dengan tidak melakukan copy paste seharusnya pelajar dapat menjadikan segala tugas yang diberikan kepada mereka sebagai pembelajaran,latihan,dan tantangan yang harus dihadapi guna memajukan diri agar kedepannya menjadi lebih baik. Dengan demikian, adanya budaya copy paste ini dapat menghambat daya kreativitas seseorang dan cenderung memberika pola pikir yang sempit sehingga akan menjadikan individu yang manja yang hanya menginginkan sesuatu yang instan tanpa adanya jerih payah dan usaha yang dilakukan.   

Sekian artikel saya kali ini, semoga bermanfaat :)